Ia menyampaikan bahwa seseorang yang sungguh-sungguh berusaha mengenal Tuhan akan memahami bahwa janji atau rayuan tidak dapat menggantikan tindakan nyata. Menurut dia, Tuhan mengetahui isi hati manusia lebih baik daripada manusia itu sendiri.
“Kenapa tidak mau belajar mengenal Tuhan? Karena kalau dia sungguh-sungguh belajar mengenali Tuhannya, dia akan paham bahwa tidak seperti itu cara Tuhan bekerja. Tuhan itu jauh lebih tahu isi hatimu dibandingkan dengan dirimu sendiri. Dan yang namanya teko, itu tidak akan pernah mengeluarkan selain daripada isinya.”
Rizqie kemudian menjelaskan perumpamaan tersebut melalui beberapa contoh sederhana. Teko yang berisi air putih akan mengeluarkan air putih, sedangkan teko yang berisi teh akan mengeluarkan teh. Begitu pula teko yang berisi minuman busuk, menurut perumpamaan yang disampaikannya, akan mengeluarkan minuman yang sama.
“Kalau teko itu isinya adalah air putih, maka dia akan keluarkan air putih. Kalau teko itu isinya adalah teh, maka dia akan keluarkan teh. Dan kalau teko tersebut isinya adalah minuman yang sudah busuk, maka dia akan keluarkan minuman yang sudah busuk itu juga.”












