MEDAN, kedannews.com – Adanya kasus dugaan jual beli lahan dilakukan para preman yang dibelakangnya diduga ada keterlibatan kapala desa di kawasan Desa Sampali Percut Sei Tuan Deliserdang sampai penyerobotan lahan PWI Sumut, telah memantik kemarahan wartawan.
Dengan adanya penyerobotan lahan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut yang beralamat di Jalan PWI Desa Sampali Percut Sei Tuan itu, maka puluhan wartawan di Medan rapat akbar melawan aksi preman. Premanisme ternyata masih terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kota Medan.
Gilanya, meski sudah dilapor ke Polrestabes Medan dan jajarannya, namun para preman itu justru seperti tak perduli, dengan terus melakukan aksi yang meresahkan warga.
Parahnya lagi, layanan pengamanan dari Polrestabes Medan dan jajarannya, selalu datang terlambat. Layanan lambat aparat keamanan inilah yang membuat masyarakat terus dihantui ketidaktenangan akibat aksi pereman tersebut.
“Situasi tidak aman seperti inilah yang sekarang ini dirasakan oleh ratusan wartawan dan warga lainnya yang memiliki kavling perumahan di Komplek Perumahan PWI, Jalan PWI dan beberapa lahan kosong yang ada di Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Delisersang,” kata H Hermasyah di ruang kerjanya, Senin (25/1/2021).












