Sebab sebagian besar masyarakatnya, hidup dari hasil alam, seperti bertani padi, jagung, serai, budidaya ikan tawar, membuat gambir, berkebun hingga komoditi Durian yang banyak dipasok ke Kota Medan. “Kedatangan Pak Gubernur ini sebuah kehormatan sekaligus harapan bagi kami. Dengan keterbatasan yang ada, tentu kami mengharapkan uluran tangan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat bisa lebih baik,” kata Bupati.
Sebagaimana disebutkan, bahwa ada 57 km jalan provinsi di Pakpak Bharat, dimana saat ini pembangunannya sudah mulai dikerjakan. Sehingga diharapkan jalur lintas kabupaten akan mudah dilalui sehingga akses mobilitas pertanian lebih cepat.
Usai kegiatan di Kecamatan Pagindar, Gubernur kemudian memutuskan untuk menempuh jalur lain menuju Sidikalang, Kabupaten Dairi untuk kegiatan hari berikutnya. Rute ini juga sangat ekstrim, karena jalur naik turun yang curam, ditambah bebatuan besar.
Tidak jarang sejumlah kendaraan roda empat yang melintas tanjakan, tidak sanggup melewati jalur tersebut karena medannya bergelombang. Namun meskipun sulit, rute ini lebih singkat untuk waktu tempuh menuju Kota Sidikalang, melalui Kota Subulussalam Provinsi Aceh (memutar).












