Pembangunan pariwisata dan ekonomi unggulan: berupa pendampingan desa wisata, pemenuhan amenitas di objek wisata, bantuan pengembangan modal usaha peningkatan keterampilan dan pemasaran produk unggulan daerah, latihan tenaga kerja berbasis kompetensi serta penggunaan tenaga kerja lokal, bantuan benih, sarana dan prasarana bagi petani dan nelayan juga dalam peningkatan kemampuannya.
Peningkatan kemandirian desa: berupa peningkatan kapasitas Bumdes, pembinaan desa dalam peningkatan inovasi produk unggulan desa, peningkatan perlindungan dan jaminan sosial masyarakat, peningkatan kualitas organisasi kepemudaan, dan peningkatan pemberdayaan perempuan.
Selanjutnya Plt Bupati Langkat menyatakan Pemkab Langkat ingin merubah pola CSR agar bisa lebih dirasakan masyarakat Langkat kemanfaatannya.
Sebab APBD tidak cukup membangun Langkat, bayangkan dalam geografis Langkat menjadi kabupaten terbesar nomor dua dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Sumut.
“Bayangkan, kami (Pemkab Langkat) hanya punya anggaran Rp1,9 triliun dengan jumlah penduduk mencapai 1.040.000 jiwa,” sebutnya.












