Menurut Aris, perjuangan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan tidak cukup hanya dengan kekuatan intelektual dan gerakan sosial, namun juga membutuhkan keseimbangan batin dan spiritual.
“Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan beriringan. Doa dan petuah dari tokoh spiritual menjadi penguat agar PMMP tetap solid, amanah, dan tidak keluar dari nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Ki Pacak Sulaiman menyambut baik kunjungan Ketua Umum PMMP beserta jajaran. Ia menilai silaturahmi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pemimpin organisasi dalam menjaga integritas dan ketulusan niat.
“Sebagai pemimpin, menjaga keseimbangan antara akal, tindakan, dan batin itu penting. Ketika niatnya untuk kepentingan umat dan bangsa, maka insyaallah jalan akan dimudahkan,” tutur Ki Pacak Sulaiman.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Pengawas PMMP, ia juga menekankan pentingnya persatuan, kedisiplinan, serta akhlak dalam menjalankan roda organisasi.
“Saya berpesan agar PMMP tetap menjaga kekompakan, menjunjung nilai moral, dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan sesaat. Organisasi pemuda harus menjadi teladan di tengah masyarakat,” ucapnya.












