Dimana Pelaksanaan pekerjaan dengan sistem “U-Ditch” suatu sistem pelaksanaan proyek drainase yang baru pertama kali dilaksanakan di Kota Medan,” jelasnya.
Di tahun 2021, sambung Renville, proyek ini dikerjakan di sekitar 37 titik di sepanjang Kota medan, dengan nilai proyek Kurang lebih Rp. 53.836.375.000.
“Pengerjaan drainase yang lama dengan sistem Ready Mix. Dimana pengecoran Talud & Cover masih dilaksanakan di lokasi. Pelaksanaan sistem kerja dengan sistem ini dikerjakan di sekitar 22 titik, dengan nilai proyek Kurang lebih Rp 15.393.176.000,” terangnya.
Jadi jika dihitung, lanjutnya lagi, total pengerjaan fisik drainase di kota medan TA 2021 sekitar Rp. 69.000.000.000 di 59 titik dari luas jalan di kota medan.
“Untuk keberhasilan proyek ini di TA APBD 2022, yang direncanakan memakan anggaran sekitar Rp500 Miliar, tentunya dibutuhkan keseriusan dan kebijaksanaan yang tepat di sektor tersebut,” tandasnya
Diungkapkan Renville, bagaimana pihak konsultan menyajikan perencanaan supervisi proyek dalam merencanakan pembangunan fisik drainase dengan waktu yang lebih cepat. Sehingga mampu mempercepat proses tender proyek proyek drainase ini di LPSE Kota Medan.












