Dari hasil pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan pada Selasa (20/06/23), pihak P3SU Kecamatan Medan Helvetia turun melakukan pengorekan parit di Gang Silaturahmi.
Sedangkan pihak SDABMBK Kota Medan menyampaikan ada dua solusi dalam permasalah banjir, pertama dengan pelebaran parit atau kedua membuat parit di tengah karena selama ini kondisi parit yang ada ukurannya kecil sehingga bila hujan turun tidak mampu menampung air.
βTadi sudah, kita bicarakan dengan Anggota DPRD Medan, Pak Antonius dan perwakilan warga, dan hari ini pun melakukan pengukuran dan solusi sehingga warga dilingkungan ini tidak lagi kebanjiran,β ucap Ardiansyah sembari hasil pertemuan langsung disampaikan kepada pimpinan.
Nah begitu juga yang mewakili Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Sei Agul, yakni Kabag Pemasaran PDAM Tirtanadi Sei Agul, Mei Pasaribu mengatakan bahwa pihaknya telah menerangkan mekanisme pemasangan pipa pendistribusian PDAM Tirtanadi.
Namun ini dikenakan biaya karena belum ada pipa pendistribusian, selain itu kepada calon pelanggan juga dikenakan biaya pemasangan meteran. Dan semua itu biaya resmi yang dikeluarkan PDAM Tirtanadi.












