MEDAN, kedannews.co.id – Lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA), Taman Kanak-Kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan nilai persatuan sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak menghasilkan karya, tetapi juga belajar bersabar, percaya diri, menghargai perbedaan, dan menghormati hasil karya orang lain.
Kegiatan yang digelar PIA Ardhya Garini Pengurus Anak Ranting 003-01-2 Yon Parako 463 Paskhas Medan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda itu berlangsung di Batalyon Parako 463 Paskhas Medan, Sabtu (31/10/2026). Bunda PAUD Kota Medan, Airin Rico Waas, membuka langsung perlombaan tersebut sekaligus mengajak peserta menjadikan kegiatan mewarnai sebagai ruang untuk mengembangkan potensi diri, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
Dalam kesempatan itu, Airin menekankan bahwa setiap anak memiliki kemampuan, imajinasi, dan cara berekspresi yang berbeda. Perbedaan pilihan warna maupun hasil gambar, menurutnya, merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak yang perlu dihargai.
“Menurut saya, kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Ada hal yang jauh lebih penting, yaitu kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan imajinasi, melatih kesabaran, serta belajar percaya diri dalam menunjukkan hasil karyanya,” ujar Airin yang juga Ketua TP PKK Kota Medan.
Ia menilai, kegiatan yang melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan tersebut dapat menjadi media pembelajaran karakter. Selain mengasah kreativitas, lomba mewarnai juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali kemampuan diri dan belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Airin mengajak orang tua dan tenaga pendidik memanfaatkan kegiatan sederhana seperti lomba mewarnai untuk memperkenalkan makna persatuan, kebersamaan, serta sikap saling menghargai kepada anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan nilai persatuan tidak selalu harus disampaikan melalui penjelasan yang rumit. Anak-anak dapat mempelajarinya melalui pengalaman sehari-hari, termasuk ketika mengikuti perlombaan, berinteraksi dengan peserta lain, dan menerima hasil kompetisi.
Melalui proses tersebut, anak-anak diharapkan mampu menghargai karya teman, memberikan dukungan kepada sesama peserta, serta menerima hasil perlombaan dengan sikap lapang dada.
“Anak yang hebat bukan hanya anak yang memperoleh penghargaan, melainkan juga anak yang mau terus belajar, berani mencoba, menghormati orang lain, dan tidak mudah menyerah,” pesannya.
Airin juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam mendukung perkembangan anak. Pendampingan keluarga dan sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk keberanian, kreativitas, kepercayaan diri, serta karakter positif anak.
Karena itu, ia mengajak para orang tua dan guru agar tidak hanya berorientasi pada hasil akhir atau prestasi yang diperoleh anak. Setiap proses belajar, usaha, dan keberanian anak dalam mencoba sesuatu yang baru perlu mendapatkan perhatian dan penghargaan.
Ia juga mendorong orang tua serta tenaga pendidik memberikan ruang bagi anak untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Ketika anak menghadapi kesulitan, pendampingan dan dukungan diperlukan agar mereka tetap memiliki semangat untuk belajar dan mencoba kembali.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 2 Kosek I Daerah Kopasgat, Eno Imam Subekti; Ketua PIA Ardhya Garini Anak Ranting 003-01-2 Yon Parako 463, Chika Jhon H. Siregar, beserta jajaran pengurus; Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan, Fahriatunnisa Erfin Fachrurrazi; pengurus TP PKK Kota Medan; serta para orang tua dan peserta lomba.
Pada kesempatan itu, Airin menyampaikan apresiasi kepada PIA Ardhya Garini Pengurus Anak Ranting 003-01-2 Yon Parako 463 Paskhas Medan atas penyelenggaraan kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Ia berharap lomba mewarnai tersebut dapat menjadi pengalaman positif bagi peserta, sekaligus mendorong anak-anak agar semakin berani berekspresi, menghasilkan karya, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Ke depan, dukungan keluarga, sekolah, dan berbagai organisasi masyarakat diharapkan terus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang mendukung kreativitas dan pembentukan karakter anak. Dengan demikian, kegiatan pendidikan dan perlombaan anak tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi perkembangan mereka.






