Medan, kedannews.com – Mahalnya harga kacang kedelai mencapai Rp500 ribu per 50 kg merupakan malapetaka bagi rakyat Indonesia, membuktikan pemerintah belum serius mewujudkan kedaulatan pangan.
“Malapetaka ini seharusnya tidak perlu terjadi, jika Indonesia tidak selalu tergantung pada bahan impor. Sebelumnya hanya kacang kedelai Rp250 ribu per 50 kg, tapo sekarang Rp500 ribu per 50 kg,” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Sumut Ahmad Hadian SPdI kepada wartawan, Rabu (23/2/2022) di Medan, menyikapi mahalnya harga kacang kedelai.
Ahmad Hadian mengatakan, sebelumnya harga pupuk yang masih belum layak, kini menyusul giliran harga kedelai melambung tinggi, akibatnya para perajin tahu tempe mogok produksi, karena tak mampu membeli bahan baku berupa kedelai impor. Padahal tahu tempe salah satu makanan pokok bangsa Indonesia.
Seyogiyanya, lanjut politisi PKS ini, Indonesia bisa mandiri dengan kacang kedelai hasil tanaman bangsa sendiri. Pemerintah pusat sebenarnya bisa mendorong petani untuk bertanam kacang kedelai. “Bibit unggul kita punya, lahan sangat-sangat luas dan sangat subur tersedia dimana-mana di wilayah negeri ini. Kemudian teknologinya kita bisa, tenaga ahli dari anak bangsa sendiri juga ada. Semua ada, apa lagi,” katanya.












