Dirinya merinci, masih adanya keterlibatan peredaran narkoba di lapas maupun rutan akibat dari ketidakseimbangan teknis dalam sistem pengamanan.”Penjagaan di sana ada 40 orang, satu regu jaga. Mengawasi 4.000 orang, bahkan lebih,” ujarnya.
Tidak hanya itu, menurutnya warga binaan dan penghuni rutan merupakan orang berlatar belakang dari berbagai kejahatan, mulai dari kasus pembunuhan, perampokan, hingga pencurian. Oleh karena itu, ia beranggapan bahwa para penghuni penjara dapat melakukan berbagai upaya untuk mengedarkan narkoba.”Artinya, di luaran saja bisa menipu, untuk menipu polsus nggak sulit karena polsus juga kan manusia,” lanjutnya.
Lebih lanjut Pablo mengakui, dirinya sempat membohongi supaya bisa keluar sel hingga menyuap petugas di Rutan Cipinang agar dapat keluar lebih cepat merayakan tahun baru.”Gua pernah akalin petugas pura-pura jantung kambuh, dibukakan pintu sel demi keselamatan aku,” kata Pablo dengan nada salut.
Walaupun begitu, Ia menegaskan bahwa para petugas Rutan Cipinang justru patuh pada peraturan dan sangat memanusiakan setiap penghuni rutan tanpa pandang bulu. “Gua ketemu dengan Kasi Yantah (Pelayanan Tahanan) Zulheri Siburian. ‘Pak, minta tolong dong saya ingin tahun baru. Gua siapin Rp200-300 juta,” tutur Pablo.












