Kepada generasi muda, khususnya Gen Z, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia menyoroti tiga hal yang harus dihindari, yaitu penyalahgunaan narkoba, praktik judi, dan penggunaan teknologi yang tidak produktif.
“Kita yang harus mengendalikan teknologi, jangan sampai kita yang dikendalikan. Gunakan gadget untuk hal-hal yang produktif, untuk berusaha dan membangun masa depan, bukan sekadar menjadi penonton,” jelas Rico Waas.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas berharap semangat Idulfitri—yang sarat nilai kebersamaan, keikhlasan, dan saling memaafkan—dapat terjaga sepanjang tahun, tidak hanya saat hari raya. Ia optimistis, dengan dukungan seluruh masyarakat, Medan dapat berkembang menjadi kota yang inklusif, maju, dan sejahtera.
“Semoga semangat Idulfitri ini terus kita bawa dalam setiap langkah membangun Medan, menjadikan kota ini rumah yang nyaman untuk semua,” pungkasnya.
Sebelumnya, khatib Ir. H. Tifatul Sembiring dalam tausyiahnya mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum Idulfitri untuk meningkatkan taqwa dan amal ibadah. Ia juga mendoakan agar seluruh rakyat Indonesia dijauhkan dari musibah dan bencana.












