Dia juga mengatakan bangga Provinsi Sumut dipimpin Gubernur Edy Rahmayadi dan berharap tanah kelahirannya bisa lebih maju di tangan mantan Pangkostrad tersebut. “Saya bangga Sumut dipimpin Pak Edy Rahmayadi, tolong majukan kampung halaman saya,” kata Supandi, sambil meneteskan air mata.
Menurut keterangan penulis buku Bocah Kebon dari Deli Irawan Santoso buku ini ditulis dengan gaya novel dan bahasa yang ringan sehingga tidak membuat bosan pembacanya walau terdiri dari 438 halaman. Banyak kisah-kisah yang humanis, heroik dan menunjukkan bagaimana kuasa Allah bekerja.
“Bayangkan, Pak Supandi bisa membawa kakek neneknya kembali ke kampung halaman mereka setelah tidak pulang selama 50-an tahun. Pak Supandi bisa menelisik kembali silsilah keluarganya yang sempat terputus bahkan mempertemukan orang-orang yang menyangka nenek dan kakeknya sudah tidak ada lagi. Ini kisah yang sangat mengharukan apalagi kita tahu beliau adalah keturunan dari pasukan elit Diponegoro,” kata Irawan.
Turut hadir pada acara bedah buku tersebut Rektor Undip Yos Yohan Utama, Mantan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan dosen serta guru-guru Supandi. Hadir juga jajaran Mahkamah Agung dan juga beberapa perwakilan Pengadilan Tinggi se-Indonesia.** (H15/DISKOMINFO SUMUT) (arh)












