Ditambah lagi, lanjut Budi, dengan munculnya media siluman dan tidak terverifikasi, yang menggunakan platform web gratis, seperti blogspot atau wordpress, dan regulasi pers yang belum efektif bagi media daring, juga menjadi tantangan tersendiri.
“Semoga pada HPN 2024, semua pihak terkait, khususnya Pemerintah dan pemangku kebijakan pers, bersinergi sehingga menghasilkan solusi-solusi terbaik. Sebagai langkah untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut,” pungkasnya.
Hadir pada konvensi itu, di antaranya Mendagri Tito Karnavian, Wakil Menkominfo Nezar Patria, Wakil Menlu Pahala Nugraha Mansyuri, Ketua Dewan Pers RI, Ninik Rahayu dan para anggota, Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun, dan pimpinan serta pengurus organisasi pers konstituen Dewan Pers dari seluruh Indonesia, salah satunya Ketua SMSI Sumut Erris J Napitupulu dan para pengurus.












