“Alhamdulillah, ini sudah pelaksanaan kedua. Saya apresiasi sekali kepedulian Walikota Binjai Bapak Amir Hamzah dan jajaran dan juga kepada Perkumpulan Pesantren Dakwah se-Sumatera Utara untuk Tahfiz Alquran dan Kajian Keislaman yang diketuai Ustaz Abdi Abdullah dan semoga ilmu yang didapat para santri-santri di Karantina ini nanti bisa dibagikan ke yang lain dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa menjadi amal jariyah,” ujarnya.
Sementara itu, Ustaz Abdi Abdullah Az. Zubairy Harahap mengatakan PPDSTK muncul dari inisiatif beberapa pimpinan dari rumah tahfidz atau pondok pesantren untuk menjaga standar hafalan Alquran para santri.
“Saat ini banyak sekali bermunculan rumah tahfidz bahkan sekolah umum pun membuat program tahfiz. Kepedulian ini tentu sangat baik, namun banyak yang hafal tapi bacaannya di luar standard. Karena itulah kita buat perkumpulan ini supaya kita bisa bekerja sama dan maju bersama dengan menjaga standar hafalan bacaan para generasi,” ujarnya.
Lanjutnya, ada 40 pesantren yang tergabung dalam PPDSTK dan telah rutin melaksanakan program bersama di antaranya tiga bulan sekali melaksanakan musyawarah berpindah-pindah lokasi, enam bulan sekali program menguji santri yang hafal 5 juz ke atas dan program terbesar adalah Karantina Hafalan Alquran 30 Juz.












