“Semoga bisa menjadi amal jariyah untuk keluarga dan khususnya untuk kedua orang tua,” ujar Ijeck.
Terkait beasiswa yang pernah diberikan Pemkab Labuhanbatu ke Rendi Fithra Yana, Ijeck berharap program tersebut masih dilanjutkan mengingat manfaatnya yang cukup besar.
“Labuhanbatu ini punya potensi alam, perkebunan, dan lainnya yang cukup besar. Kalau generasi penerusnya tak mampu, nanti akhirnya orang lain yang mengelola, anak-anak setempat hanya jadi pekerja saja. Kita tidak mengharapkan kita jadi pembantu di rumah sendiri,” harapnya.
Pemerintah Provinsi Sumut, lanjutnya, ke depan juga akan membuat program beasiswa S2 ke luar negeri.
“Saya berharap Pemkab Labuhanbatu bisa melanjutkan beasiswa untuk anak-anak kita sekolah ke luar. Saya bersama Bapak Gubernur juga sedang membuat aturan terkait beasiswa bagi mahasiswa S2 yang ke luar negeri, paling telat APBD tahun depan. Tahun lalu kampung beasiswa telah kami adakan di PRSU jadi di sana semua informasi beasiswa dari negara sahabat bisa didapatkan. Kami senang ternyata Pemkab Labuhanbatu udah memulai duluan,” tutup Ijeck, sembari berharap pembangunan Ma’had ini lancar sesuai target waktu dan rencana.












