“Jadi kalau datang kemari itu terapi oksigen, sekaligus banyak edukasi yang bisa didapatkan. Tadi dijelaskan Ustaz Abdul Rahman, guide hari ini tentang manfaat pohon dan hewan yang ada di sini dan banyak lainnya,” ujar Ijeck, sembari berharap warga dan wisatawan untuk bisa menjaga alam.
Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terkait penataan zona yang akan dilakukan.
“Akan dilakukan penataan zona atau blok pada kawasan konservasi ini. Dari situ nanti akan ditetapkan dimana-mana lokasi rehabilitasi dan feedingnya. Semua ini didukung Pak Dirjen Wiratno,” tutupnya.
Menanggapi hal ini, pelaku usaha di Desa Timbang Jaya, Abdul Rahman menyambut baik niat pengaktifan kembali lokasi rehabilitasi dan feeding ini. Karena, dengan adanya rehabilitasi tersebut, Orang Utan di daerah ini bisa lebih terjaga.
“Saat ini bebas dan banyak orang yang sembarangan memberi makan. Manfaat Orang Utan juga untuk ekosistem hutan tetap terjaga. Selama ini, berkembang biaknya juga susah, begitu pun kalau ada yang sakit dibawa ke Medan dan tidak kembali lagi kemari. Kami berharap kehadiran Bapak Wagub bisa membawa kabar baik dan ini bisa segera diaktifkan,” ujarnya.












