“Operasi Patuh Toba dilaksanakan untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, namun edukasi serta teguran juga menjadi bagian penting agar masyarakat memahami bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama,” ujar Kombes Pol. Ferry.
Ia menilai tingginya jumlah teguran selama enam hari operasi memperlihatkan bahwa personel di lapangan masih mengutamakan pendekatan humanis dalam mengingatkan masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas.
“Tujuan utama kami bukan sekadar melakukan penindakan, tetapi membangun kesadaran. Kami ingin masyarakat tertib bukan hanya ketika ada petugas, melainkan karena memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” katanya.
Berdasarkan catatan harian Satgas Gakkum, kegiatan penindakan dan teguran mengalami perubahan jumlah selama enam hari pelaksanaan. Pada hari pertama tercatat 675 kegiatan, kemudian meningkat menjadi 864 kegiatan pada hari kedua.
Selanjutnya, pada hari ketiga jumlahnya mencapai 1.176 kegiatan. Pada hari keempat dan kelima, masing-masing tercatat 1.027 kegiatan, sedangkan pada hari keenam meningkat menjadi 1.277 kegiatan.






