Oleh karena dikhawatirkan menjadi rawan pangan, Emilia menjelaskan maka kelurahan tersebut dikategorikan rentan rawan pangan dan kita gelar pelatihan keterampilan sekaligus memberikan bantuan alat masak dan alat pendukung lainnya kepada masyarakat untuk mereka menjalani usahanya, sehingga dapat membantu mereka dalam meningkatkan pendapatannya.
“Selain Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Kita sudah melakukan kegiatan seperti ini di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dan Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bapak Wali Kota Medan agar masyarakat yang ada di kelurahan tersebut tidak rawan pangan dan motivasi untuk mereka dalam menjalankan usahanya serta untuk lebih memiliki keterampilan,” Jelasnya.
Menurut Emilia Lubis, dalam memberikan bantuan pihaknya selalu menggelar pelatihan agar masyarakat memahami kegunaan dari peralatan bantuan tersebut. Selain itu pelatihan yang berlangsung selama 2 hari ini juga untuk memberikan ilmu dan informasi terkait dengan olahan pangan lokal sesuai dengan program diversifikasi pangan lokal. Hal ini dilakukan jika kebutuhan beras yang terus meningkat namun ketersediaannya terbatas maka dapat kita alihkan ke pangan lokal seperti umbi-umbian dan jagung.












