Di Surabaya resolusi jihad yang digelorakan kiai Hasyim Asy’ari membakar semangat pemuda Surabaya melawan Belanda.
Ketika pecah pertempuran lima hari di Semarang, para santri juga turut berada di garda depan perjuangan. Ditempat lainnya, sama santri selalu terlibat aktif dalam peperangan melawan penjajah.
Pada masa ketika Indonesia sudah memproklamasikan diri sebagai negara yang merdeka, santri juga tidak absen. KH Wahid Hasyim ayah KH Abdurrahman Wahid adalah salah satu santri yang terlibat aktif dalam pemerintah di awal-awal kemerdekaan.
Dialah bersama santri-santri dan tokoh-tokoh agama lainnya turut memperjuangkan kemaslahatan umat agama-agama di Indonesia.
Pasca kemerdekaan Indonesia santri lebih semangat lagi memenuhi panggilan ibu pertiwi, mereka tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi mereka terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain juga agama.
Catatan-catatan diatas menunjukan bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Sehingga mengasosiasikan santri hanya dengan di bidang ilmu keagamaan saja tidaklah tepat.












