“Saya tidak pernah merasa bangga sedikitpun dengan bantuan yang ada, itu belum cukup tapi mohon maaf itu tidak dipertanyakan nanti sebagai pertanggungjawaban saya, ketika saya di akhirat, apa yang sudah kau lakukan terhadap orang yang kau pimpin untuk mendekatkan diri kepadaku,” ujar Syah Afandin.
Terkait dengan MTQ ini, lanjut Afandin, dirinya perlu menjabarkan, sedikit miris sebab terkadang mengikuti MTQ hanya untuk hadiahnya saja. Ingat tujuannya adalah, agar sebab peristiwa hari ini dalam pelaksanaan dilakukan sebagai permulaan supaya besok, lusa, minggu depan, bulan depan, dan tahun depan Alquran itu sudah tertanam melekat dalam jiwa kita.
Dalam rangka mendukung Langkat yang religius, Afandin berpendapat, MTQ bukan ajang untuk mendapatkan juara satu daerah, dengan memakai qori dan qoriah dari daerah lain. “Silahkan saja siapa yang ada di daerah Pematang Tengah inilah yang ada orang pemudanya, kalau dapat Alhamdulillah kalau enggak enggak apa-apa,” ujarnya.
“Jangan kita ambil dari mana-mana, tak hebat secuil apa pun, tidak akan Allah kasih keberkahan untuk orang-orang yang melakukan hal seperti ini,” sebut Afandin kembali mengingatkan.












