Menurutnya jika disadari hal itu, sungguh menjadi tantangan dan beban tersendiri bagi mereka yang telah berhaji.
“Jadi harus menunjukkan dan menjaga perilaku lebih baik, dan lebih baik lagi. Jangan sampai menjadi cibiran dan bahan ceritaan negatif bagi orang-orang lain, sebab tidak sesuainya perilaku yang ditampilkan dengan gelar haji yang melekat di diri,” tandasnya.
Selanjutnya Plt Asisten I Pemerintahan Amril SSos MAP pada laporannya mengatakan dari jumlah jamaah haji Kabupaten Langkat tahun 1443 Hijriah/2022 M berjumlah 160 orang, tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7. Semuanya telah kembali ke tanah air pada 30 Juli 2022.
Pelaksanaan tepung tawar jamaah haji merupakan budaya adat kebiasaan masyarakat melayu, sebagai wujud tanda syukur kepada Allah SWT dan bahagia atas kepulangan para jamaah.
Seorang jamaah haji Mursalin SAg pada kesempatan ini menyampaikan salah satu kenangan unik saat akan melaksanakan ibadah haji yang dilaksanakan 43 hari, yaitu mendapatkan bekal bumbu pecel dan sambal teri dari Plt Bupati Langkat. Hal ini merupakan obat rindu pada tanah air dan memacu semangat para jamaah.












