Palembang, kedannews.com – Cuaca panas akibat El Nino yang berkepanjangan menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah di Sumsel, sehingga team penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel kesulitan mendapatkan air.
Pemadaman api melalui water bombing membutuhkan waktu penerbangan yang lama untuk mendapatkan air dan juga dibatasi SOP, sehingga helicopter ini tidak bisa menjatuhkan air di lahan konsesi, oleh karena itu maka yang perlu diperkuat adalah upaya pemadaman melalui darat yang dikomandoi oleh Manggala Agni.
“Saya mendapatkan banyak masukan, bahwa dibutuhkan peralatan berupa excavator, dan perlunya penambahan masa kerja dari Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Yanga akan habis masa kerjanya,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo saat berkunjung ke Markas Manggala Agni di Daops Sumatera XVII OKI, Senin (30/10/23) yang lalu.
“Kemudian, kita berkordinasi dengan PJ Gubernur Sumsel DR Agus Fatoni, terkait perihal tersebut,” terangnya.
Menurut Kapolda Sumsel, setelah menerima laporan, PJ Gubernur Sumsel DR Agus Fatoni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel melalui BPBD Provinsi Sumsel akan meminta BNPB untuk memperpanjang masa kerja team Teknologi Modifikasi Cuaca.












