Namun hingga saat ini pedagang sate belum ada membuat laporan ke Polsek Sunggal, “sementara ini Polisi hanya lakukan pembinaan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya yang meresahkan warga,” ujar Kapolsek Sunggal.
Kapolsek juga menghimbau kepada warga, apabila ada yang coba melakukan pemerasan ataupun intimidasi, segera melapor ke Polsek Sunggal, agar secepatnya ditindak tegas, himbau Kompol Yasir.
Kini pria yang mengaku preman, Hengky Manurung, hanya bisa tertunduk lesu, bagaikan toge disiram air panas, layu dan tak bernyali, tidak sesuai dengan tato yang menyelimuti disekujur tubuhnya.
“Saya berjanji dan sangat menyesali atas perbuatanku kemaren, dan aku bersedia minta maaf dengan tukang sate yang kupalak kemaren malam, ujar Manurung dengan suara lembeknya.
Sebelumnya beredar di facebook video yang berdurasi tiga menit, aksi bengis dengan memasang muka sangar meminta setoran uang keamanan kepada pedagang sate.
Di dalam video tersebut pelaku memaki si pedagang sate sambil mengancam, “kalau gak kau kasi tiap hari kurusuhin kau, jangan kau berjualan disini, aku gak perduli kau mau makan gaji, mau makan atau tidak bukan urusanku,”ungkap Hengky dengan nada keras dan anggar tato di tangannya. Sabtu malam (13/12/2021).












