“Tidak akan ada kota yang bisa sustainable apabila lingkungan hidupnya tidak terjaga,” tegasnya.
Rico Waas mengingatkan, setiap kepala daerah memiliki tanggung jawab meninggalkan legacy yang baik. Kepemimpinan, katanya, bukan hanya menghasilkan capaian selama masa jabatan, tetapi juga memastikan generasi berikutnya dapat menikmati kota yang lebih sehat dan layak huni.
Karena itu, Forum Lingkungan Hidup diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman antarkota mengenai berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan.
“Medan butuh belajar dengan kota lain, kota lain mungkin perlu belajar dengan Kota Medan. Kita sama-sama berbagi success story agar kota-kota kita semakin hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga memaparkan tantangan pengelolaan sampah di Kota Medan. Setiap hari, Kota Medan menghasilkan sekitar 1.500 hingga 1.700 ton sampah. Angka tersebut dipengaruhi jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa yang pada siang hari dapat meningkat hingga sekitar 4 juta orang karena Medan menjadi pusat aktivitas ekonomi kawasan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemko Medan terus melakukan berbagai langkah, termasuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kota Medan menjadi salah satu daerah yang ditunjuk sebagai pionir pelaksanaan proyek tersebut dan pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun ini.












