Illiza menilai tema forum sangat relevan dengan kondisi saat ini karena dampak perubahan iklim sudah dirasakan di berbagai daerah, mulai dari cuaca yang semakin tidak menentu, banjir, kekeringan, gelombang panas, hingga abrasi pantai.
Menurutnya, kota-kota di Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menghadapi krisis iklim, melainkan harus menjadi pelaku utama melalui kebijakan yang konkret.
Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus segera diatasi. Kota yang bersih, katanya, bukanlah kota yang rajin dibersihkan, melainkan kota yang mampu mengendalikan sumber sampahnya melalui perubahan perilaku masyarakat, pemilahan sampah, serta optimalisasi bank sampah.
Forum Lingkungan Hidup ini turut dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Ir. Ari Sudijanto, M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Elfi Marfianti, serta para kepala dinas lingkungan hidup dan perwakilan pemerintah kota dari seluruh Indonesia. (Red/Rel).












