“Saya awalnya menolak, tapi mayoritas mendesak rapat dilanjutkan. Kalau dibiarkan bubar, bisa memicu kericuhan. Di ruangan masih ada Bupati, Kapolres, dan unsur Forkopimda. Alhamdulillah, setelah kami lanjutkan rapat, situasi kembali kondusif,” tambah Dahnil.
Dahnil juga menegaskan bahwa langkahnya merupakan bentuk tanggung jawab moril sebagai kader utama partai pengusung Bupati Ashari Tambunan dan Wakil Bupati Lomlom Suwondo dalam Pilkada lalu.
“Sebagai kader Gerindra, saya ingin pemerintahan ini berhasil. Maka sinergi antara legislatif dan eksekutif penting untuk pembangunan Deli Serdang ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Antoni Napitupulu dari PDIP turut membenarkan bahwa rapat tersebut sah secara hukum karena dilanjutkan atas dasar kesepakatan mayoritas anggota dan merujuk pada tata tertib dewan.
“Kami yang ada saat itu ditugaskan oleh anggota dewan lainnya untuk memimpin rapat karena usulan mereka tidak diakomodasi pimpinan sebelumnya. Jadi ini bukan kudeta politik, tapi demi kelancaran agenda dewan,” tegas Antoni.












