Dalam orasinya, Rio Affandi Siregar dari Barisan Bobby Nasution Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap penghinaan terhadap perempuan.
“Kita datang sebagai aksi keprihatinan terhadap perempuan di Sumut. Nyata-nyata, Ibu Kahiyang dihina di media sosial. Tapi sudah berminggu-minggu polisi tidak bisa berbuat apa-apa. Ada direktorat khusus cyber crime, tapi tidak mampu menangkap. Ada apa dengan polisi Sumatera Utara?” tegas Rio.
Rio juga menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Kapolda Sumut Irjen Wisnu, yang menurutnya layak dicopot oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jika tidak mampu menangani kasus tersebut. Ia menambahkan:
“Kami relawan terpanggil, bukan diperintah Pak Bobby. Kami membayangkan, jika sekelas Ibu Kahiyang saja dihina dan tidak dibela, bagaimana nasib ibu-ibu lain di masyarakat?”
Aksi massa kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama penyidik Direktorat Siber Polda Sumut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa laporan tersebut masih dalam proses. Namun relawan menganggap tidak ada kejelasan dan mengancam akan kembali dengan jumlah massa lebih besar jika tidak ada perkembangan nyata.












