Ir. H. Erwan Rozadi Nasution, dalam pernyataan usai pertemuan, menyampaikan rasa kecewanya atas lambannya penanganan:
“Tujuan kita datang untuk mendesak percepatan proses Dumas yang dilayangkan relawan terkait penghinaan kepada keluarga Gubernur. Tapi hasilnya tidak jelas. Kami menduga laporan kami hanya dibuang-buang ke sana kemari, tidak ditanggapi serius.”
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa keluarga Bobby Nasution tidak bisa menerima adanya hinaan dengan sebutan “Dajjal” yang dilontarkan dalam konten TikTok terhadap Kahiyang Ayu.
“Bayangkan kalau anak-anak membuka akun itu dan membaca hinaan tersebut. Apa perasaan orang tua mereka?” ungkapnya.
Sementara itu, Ricky Prandana Nasution, Wakil Ketua PASTI Bobby Sumut, menambahkan:
“Kami memilih jalur hukum sebagai bentuk adab dan etika. Tapi karena tidak ada sikap tegas, malah makin banyak akun-akun serupa bermunculan. Jika tidak ada tindakan cepat, kami akan turunkan massa lebih besar lagi.”
Aksi berakhir menjelang sore dengan peringatan dari para relawan: jika dalam waktu dekat pelaku tidak ditangkap, maka gelombang protes lanjutan akan digelar di depan Polda Sumut.












