Diungkapkan Bobby Nasution, akhir Oktober ini, draft desain akan selesai dan langsung ditenderkan pada November. Jika tidak ada kendala, pembangunan fisik sudah dapat dilakukan awal tahun 2022. Guna melancarkan revitalisasi yang dilakukan, Pemko Medan akan diberikan guideline atau pedoman oleh konsultan.
Dikatakan Bobby Nasution, revitalissi Lapangan Merdeka dilakukan merupakan realisasi janji kampanye setelah menginventarisir aspirasi dan permintaan masyarakat. Sebab, sudah lama masyarakat menginginkan agar lapangan yang mulai aktif digunakan sejak tahun 1880 dan pada masa Kolonial Belanda dinamakan de Esplanade agar dikembalikan ke bentuk dan fungsinya semula.
“Apa yang menjadi suara masyarakat tentunya kita dengarkan. Masyarakat minta agar Lapangan Merdeka dikembalikan fungsinya sebagai RTH dan semua yang ada di dalamnya tidak boleh berkurang. Perintah masyarakat kita jalankan, insya Allah revitalisasi Lapangan Merdeka segera kita lakukan. Apalagi Kementerian PUPR sudah mendukungnya,” ungkapnya.
Perencanaan dan persiapan yang kuat dan matang dalam program revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan Bobby Nasution ini mendapat respon positif oleh Dosen Departemen Antropologi USU Dr Drs Fikarwin Zuska M Antropolgi Aktif. Hanya Fikarwin menjelaskan, revitalisasi dan cagar budaya adalah hal yang berbeda. Kalau berbicara cagar budaya, jelas Fikarwin, Bobby Nasution harus terlebih dahulu memerintahkan dinas tekait untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya tentang Lapangan Merdeka dan kemudian menyerahkannya ke tim ahli cagar budaya Kota Medan untuk diteliti dan ditetapkan sebagai cagar budaya.












