Rico Waas juga menambahkan, kebudayaan Melayu bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan instrumen penting sebagai soft diplomacy untuk memperkuat posisi bangsa di kancah internasional.
“Tidak banyak negara-negara di luar sana yang memiliki kebudayaan seperti kita. Kami mengharapkan kebudayaan ini bisa menjadi kekuatan kita semuanya, bagian dari soft diplomacy kita, memperkuat bangsa kita melalui kebudayaan,”ujar Rico Waas.
Guna memastikan eksistensi budaya Melayu tetap kokoh, Rico Waas menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan membuka ruang komunikasi yang erat dengan para pemangku adat, seniman, budayawan, serta Kesultanan Deli agar terus bisa merawat kebudayaan Melayu yang ada di Kota Medan.
“Kami berharap kebudayaan melayu bisa terus membumi dan terjaga di Kota Medan,”harapnya.
Seperti yang diketahui, pelaksanaan Gemes tahun ini sengaja dipusatkan di Lapangan Merdeka, mengingat saat ini Istana Maimun masih dalam proses revitalisasi. Selain itu, acara ini juga nantinya akan dirangkaikan dengan kegiatan Rakernas APEKSI, dimana kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah.
“Jadi semuanya kita pusatkan di satu kawasan, termasuk nanti pesta rakyat, dan Pesona Colorfull dalam rangka memeriahkan HUT Kota Medan,”tambah Rico Waas.












