Untuk menyukseskan program ini, Kang Hadian berharap, ada kebijakan nasional dan regional dalam mengoptimalkan anggaran guna menyiapkan protecksi para petani. “Kita minta dinas tanaman pangan kedepan lebih mengkonsentrasikan anggaran nya untuk bantuan alat-alat pembuatan pupuk organik, pelatihan pembuatan pupuk organik dan meningkatkan penyuluhan tentang pengolahan lahan pra tanam, agar petani mampu mengaplikasikan sistem organik pada proses budi daya,” ungkapnya.
Hadian secara khusus juga minta Kepala UPT BIBP Tanjungmorawa menjadikan balai sebagai lahan percontohan penggunaan pupuk organik.
“Jika ada contohnya, kita berharap petani bersedia mengadopsi teknologi pupuk organik ini. Selain akan melepaskan ketergantungan Indonesia terhadap pupuk kimia bahan bakunya diimpor, juga akan menjadikan rakyat Indonesia lebih sehat, karena mengkonsumsi hasil pertanian organik,”tambahnya.
Penulis : Mery Ismail, S.Sos
Editor : Mery Ismail, S.Sos












