Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
Opini

Sejarah Manajemen Pendekatan Klasik dan Manajemen Ilmiah Sampai Teori Administrasi Umum Serta 14 Prinsip Manajemen

×

Sejarah Manajemen Pendekatan Klasik dan Manajemen Ilmiah Sampai Teori Administrasi Umum Serta 14 Prinsip Manajemen

Sebarkan artikel ini
Sejarah Manajemen Pendekatan Klasik
Ilustrasi (foto/ist).

14 prinsip manajemen tersebut adalah
1. Pembagian kerja menerangkan spesialisasi bidang kerja akan meningkatkan output karena memampukan para karyawan bekerja lebih efisien.
2. Kewenangan menerangkan para manajer harus mampu memberikan perintah dan kewenangan merupakan dasar yang memampukan mereka melakukannya.

  1. Disiplin menerangkan para karyawan harus mematuhi dan menghormati aturan aturan yang berlaku di dalam organisasi.
  2. Kesatuan perintah menerangkan setiap pekerja harus menerima perintah dari hanya satu orang atasan saja.
  1. Kesatuan arahan menerangkan organisasi harus memiliki sebuah rencana kerja yang berlaku seragam dan yang dapat dijadikan panduan bagi para manajer dan semua pekerja.
  2. penundukan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum merupakan kepentingan kepentingan seorang karyawan atau sekelompok karyawan semata tidak boleh mendahului, atau diletakkan di atas, kepentingan kepentingan organisasi secara keseluruhan.
  1. Remunerasi (imbalan jasa)merupakan para pekerja harus memperoleh upah yang adil untuk jasa (kerja) yang telah mereka berikan.
  2. Pemusatan (sentralisasi) merupakan istilah ini merujuk pada seberapa jauh para bawahan dapat terlibat di dalam pengambilan keputusan.
  1. Rantai skalar merupakan garis kewenangan dari manajemen puncak hingga para pekerja di jenjang terbawa organisasi merupakan sebuah rantai skalar (rantai komando).
  2. Keteraturan merupakan orang-orang dan barang-barang harus berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat pula.
  1. Keselayakan (ekuitas)merupakan para manajer harus bersikap secara pantas dan adil kepada para bawahannya.
  2. kestabilan posisi dan jabatan karyawan merupakan manajemen harus merancang penempatan karyawan yang tertib dan teratur, serta memastikan tersedianya para pengganti yang layak bila timbul kekosongan posisi/jabatan.
  1. Inisiatif merupakan para karyawan yang diijinkan untuk membuat dan melaksanakan rencana-rencana kerja harus mencurahkan segala daya upayanya untuk memastikan keberhasilan rencana rencana tersebut.
  2. Esprit de Corpus (semangat korps atau semangat kekeluargaan) merupakan menumbuh-kembangkan semangat kebersamaan akan membangun keselarasan dan persatuan dalam organisasi.

Itulah 14 prinsip manajemen yang dikemukakan oleh Henry Fayol. Sedangkan pada awal periode 1900-an Max Weber yang mana seorang sosiolog berkebangsaan Jerman yang mendalami bidang organisasi yang mana gagasan-gagasannya nya yaitu mengembangkan sebuah teori mengenai struktur otoritas dan hubungan-hubungan berdasarkan sebuah model organisasi ideal, yang dinamakan Birokrasi.

MEMPROSES ADSENSE...

Yang mana birokrasi ini merupakan suatu bentuk organisasi yang dicirikan oleh adanya pembagian kerja (Division of Labor) yang jelas, hierarki kepemimpinan yang tegas, aran-aran dan aturan-aturan yang lugas, serta hubungan antar individu yang tidak bersifat pribadi (profesional). Model teori ini yang dijabarkan oleh Weber yang dinamakan birokrasi sangat mirip dengan manajemen ilmiah dalam ideologinya.

Karena birokrasi antara manajemen ilmiah adanya penekanan rasionalitas, prediktabilitas (keterukuran dan kepastian hingga tahap tertentu), impersonalitas (hubungan berdasarkan azas profesionalisme alih-alih kedekatan pribadi), kecakapan teknis, dan otoritarianisme (kewenangan mutlak). Walaupun ada beberapa apa kekurangan dalam ide-ide Weber dibanding Taylor tetapi pada masa ini ini ide-ide Weber yang disebut demokrasi ini masih dijadikan acuan oleh banyak organisasi di masa sekarang. Bagaimana sih penerapannya ide ide Weber dan Taylor di masa sekarang ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *