Lanjutnya, ada beberapa indikasi atau indikator yang harus sama-sama dipahami dan analisa tekait permasalahan di Medan Utara. Menurutnya, penyebab dan indikator tersebut adalah diakibatkan abrasi tanah yang cukup tinggi.
“Ini terjadi akibat dari mangrove yang ada di Belawan sudah rusak, selain itu juga karena limbah dan bangunan-bangunan liar yang ada di wilayah Belawan tersebut. Makanya dalam FGD ini saya berharap, kita bisa melihat apa saja faktor-faktor yang menjadi kendala kita ke depan untuk menangani masalah air rob tersebut,” ujar Wakil Wali Kota Medan.
Oleh sebab itu Wakil Wali Kota Medan menyebutkan Pemko Medan terus mencari terobosan baru untuk mengatasi masalah di Belawan termasuk mengedukasi masyarakat.
“Kita saat ini pemerintah kota Medan ingin melakukan hal atau terobosan yang baru untuk mengatasi ini, bagaimana kita juga mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.” jelas Wakil Wali Kota Medan.
“Kita sudah tekankan ke seluruh jajaran kita, Kecamatan, Kelurahan, P3SU untuk membersihkan drainase agar bagaimana air rob itu cepat surut”lanjut Wakil Wali Kota Medan. (arh)












