Meski menghadapi keadaan yang berbeda, keduanya memiliki keinginan yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita. Ketika ditanya mengenai impian mereka, Nia menyampaikan keinginannya menjadi tentara, sedangkan Danu bercita-cita menjadi Wali Kota.
Kisah keduanya menjadi salah satu gambaran tentang pentingnya membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Kita mendoakan Sekolah Rakyat ini terus bisa maju dan memajukan anak-anak seperti Nia dan Danu. Insya Allah dengan dukungan dan dorongan dari kita semua, anak-anak kita ini bisa mencapai cita-cita yang mereka impikan,” ungkap Rico Waas.
Rico menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak semata-mata bertujuan memberikan pengetahuan akademik. Program tersebut juga diharapkan membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan anak dalam membangun hubungan sosial yang positif.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membuka peluang bagi anak-anak untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Ia pun berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Kepada pihak sekolah, Rico meminta agar pendampingan terhadap anak didik dilakukan dengan penuh perhatian.






