Ia juga mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar untuk berpartisipasi dalam menjaga dan mendukung keberlangsungan program tersebut. Menurutnya, pendampingan terhadap anak-anak perlu dilakukan secara bersama-sama agar mereka memperoleh lingkungan belajar yang mendukung perkembangan diri.
“Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, pemda, dan masyarakat luas diharapkan mampu mengawal Sekolah Rakyat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya mengubah nasib keluarga mereka, tetapi juga masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan Open House Sekolah Rakyat Permanen di Medan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan belajar tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga. Kisah Nia yang ingin menjadi tentara dan Danu yang bercita-cita menjadi Wali Kota menjadi pengingat bahwa kesempatan pendidikan dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk merencanakan masa depan mereka.






