Medan, Kedannews.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) Bio Solar kembali terjadi kelangkaan diduga akibat pengawasan pemerintah lemah dan pendistribusian BBM bersubsidi tidak tertib, sehingga pemerintah diminta lebih tegas mengawasi terjadinya penyimpangan dan Pemprovsu harus kreatif ciptakan pola-pola pengamanan distrubusi.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Komisi B DPRD Sumut Ahmad Hadian kepada wartawan, Jumat (25/3/2022) di ruang kerjanya gedung wakil rakyat Jalan Imam Bonjol Medan, menyikapi terjadinya antrian panjang kendaraan didominasi truk-truk besar akan mengisi BBM khususnya Bio Solar di SPBU di Sumatera Utara mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Anggota dewan dari FPKS ini menyaksikan beberapa hari terakhir terjadi kemacetan di ruas-ruas jalan di Sumatera Utara khususnya disekitar lokasi SPBU, diakibatkan antrian kendaraan yang didominasi truk-truk besar ingin mengisi BBM Bio Solar. Kondisi tersebut tidak lepas dari kelemahan pemerintah mengendalian sistem distribusi BBM bersubsidi khususnya Bio Solar. “Saya sudah cek ke Pertamina Divre Sumbagut, ternyata pasokan Solar dari Pertamina cukup bahkan sudah melebihi dari ketentuan, tapi masih terjadi kelangkaan,” ujarnya.












