Pada kategori pengolahan teh dengan metode CTC, Kebun Kayu Aro mencatat lima penghargaan. Unit tersebut meraih Juara 1 CTC Fanning, kemudian Juara 2 CTC PD dan BP1, serta Juara 3 CTC PF1 dan D1. Rincian capaian tersebut juga dikonfirmasi dalam pemberitaan mengenai hasil NTC 2026.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai capaian tersebut berkaitan dengan konsistensi perusahaan dalam menjaga proses produksi teh sejak bahan baku berada di kebun hingga menjadi produk akhir.
“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu. Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Jatmiko, penghargaan tersebut juga menjadi salah satu indikator terhadap penerapan standar mutu yang dilakukan perusahaan. Penilaian dalam kompetisi dilakukan oleh dewan juri yang disebut memiliki sertifikasi internasional, sehingga hasil kompetisi menjadi salah satu tolok ukur kualitas produk yang dihasilkan.
Mutu Teh Diuji di Tengah Tekanan Produksi
Di balik raihan 14 penghargaan tersebut, industri teh nasional masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama berkaitan dengan kondisi cuaca dan perubahan harga komoditas.












