Ekonomi

Produk UMKM Medan Masih Minim di Ritel Modern, Wali Kota Targetkan Porsi di Indomaret Naik hingga 20 Persen

12
×

Produk UMKM Medan Masih Minim di Ritel Modern, Wali Kota Targetkan Porsi di Indomaret Naik hingga 20 Persen

Sebarkan artikel ini

Pemko Medan mendorong perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal melalui peningkatan kuota produk di gerai Indomaret, disertai penguatan kualitas produk dan dukungan terhadap pelaksanaan Indomaret Fun Run 2026.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi manajemen Indomaret di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, membahas peningkatan pemasaran produk UMKM lokal di gerai ritel modern, Kamis (23/07/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist)

MEDAN, kedannews.co.id – Pemerintah Kota Medan berupaya memperluas akses pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mendorong peningkatan jumlah produk lokal yang dipasarkan melalui jaringan ritel modern. Salah satu langkah tersebut dibahas saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan manajemen Indomaret di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Kamis (23/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menilai keberadaan ritel modern dapat menjadi salah satu pintu penting untuk memperkuat daya saing produk UMKM Medan sekaligus memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, semakin banyak produk lokal yang tersedia di rak toko modern, semakin besar pula peluang pelaku usaha berkembang.

Berdasarkan catatan yang disampaikan dalam audiensi, saat ini produk UMKM Kota Medan yang telah masuk ke gerai Indomaret masih berada pada kisaran 10 hingga 15 persen. Pemerintah Kota Medan berharap angka tersebut dapat ditingkatkan menjadi sekitar 20 persen.

“Kalau bisa ditingkatkan menjadi sekitar 20%. UMKM itu adalah karakter dan identitas kota ini. Kami tentu bangga sekali jika produk-produk UMKM lokal Medan dipajang dan dipasarkan di gerai Indomaret,” kata Rico Waas.

Meski menginginkan peningkatan kuota produk lokal, Rico Waas menegaskan bahwa aspek kualitas tetap menjadi syarat utama. Ia mengatakan setiap produk yang dipasarkan melalui jaringan ritel modern harus memenuhi standar yang telah ditetapkan agar mampu bersaing dan memberikan jaminan keamanan bagi konsumen.

“Artinya produk yang masuk harus lolos kurasi ketat, terjamin kualitasnya, serta mengantongi izin resmi seperti BPOM dan sertifikasi halal,” ujar Rico Waas menambahkan.

Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM agar mampu memenuhi berbagai persyaratan tersebut, mulai dari proses kurasi hingga kelengkapan legalitas produk.

Selain membahas pengembangan UMKM, pertemuan itu juga menjadi ajang penyampaian undangan kepada Wali Kota Medan untuk menghadiri Indomaret Fun Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus mendatang di Lapangan Benteng Medan.

Rico Waas menyambut baik penyelenggaraan kegiatan olahraga tersebut. Namun, ia mengingatkan panitia agar tidak mengesampingkan aspek keselamatan peserta mengingat tingginya minat masyarakat mengikuti ajang lari tersebut.

“Ambulans harus tetap siaga. Mudah-mudahan acaranya berjalan lancar dan masyarakat merasa senang mengikutinya,” Harap Rico Waas.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota meminta Dinas Kesehatan Kota Medan menyiapkan tenaga medis beserta ambulans di sepanjang rute lomba maupun di lokasi kegiatan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama acara berlangsung.

Sementara itu, Branch Manager Indomaret Yonanta Kusuma menjelaskan bahwa Indomaret Fun Run 2026 akan menempuh rute sejauh 4,8 kilometer. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi, terbukti seluruh kuota sebanyak 6.000 peserta habis terjual dalam waktu kurang dari sepekan.

Selain kegiatan lari, panitia juga menyiapkan berbagai rangkaian hiburan, termasuk pembagian lucky draw serta menghadirkan stan-stan UMKM lokal sebagai bagian dari upaya mendukung promosi produk usaha masyarakat.