Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, mengatakan kondisi produksi teh saat ini berlangsung dalam situasi yang dinamis. Faktor cuaca menjadi salah satu persoalan karena dapat memengaruhi produktivitas tanaman dan jumlah produksi.
“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” jelas Rediman.
Menghadapi kondisi tersebut, PalmCo melakukan sejumlah langkah mitigasi agronomi dan pembenahan tata kelola produksi. Upaya tersebut diarahkan agar produktivitas tetap dipertahankan tanpa menurunkan kualitas bahan baku teh.
Rediman menyebut hasil kompetisi menjadi gambaran bahwa berbagai langkah perbaikan yang dilakukan perusahaan tetap berjalan meski kondisi iklim memberikan tekanan terhadap sektor produksi.
“Di tengah tantangan El Nino, penghargaan yang diraih pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat (on the track). Tantangan cuaca tidak menyurutkan komitmen kami dalam menghadirkan secangkir teh terbaik bagi konsumen,” tutup Rediman.












