Suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu itu mengungkapkan, saat ini Pemko Medan telah membuat skema penyalurannya agar tepat sasaran.
“Sementara untuk bantuan berupa subsidi, akan kita berikan ke angkutan kota (angkot) karena mengalami kenaikan tarif yang cukup signifikan,” imbuhnya.
Sementara itu untuk menekan inflasi pangan, jelas Bobby, Pemko Medan juga telah melakukan intervensi pasar agar harga bahan pokok tidak terjadi peningkatan. Sejumlah langkah pun, terangnya, telah dilakukan diantaranya dengan membentuk tim yang akan melakukan belanja langsung ke petani.
“Bahan pangan itu kemudian kita simpan di tempat penyimpanan berupa gudang yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat menyimpan kebutuhan bahan pokok. Ini untuk mengantisipasi jika harga pasar melambung,” ungkapnya.
Terakhir, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga mengaku juga telah berdiskusi dengan kelompok mahasiswa di Kota Medan. “Sama seperti rekan-rekan BEM Nusantara, Minggu lalu kita juga sudah berdiskusi dengan elemen mahasiswa yang datang untuk menyampaikan pandangan mereka,” pungkasnya.
Sementara itu Koordinator Pusat BEM Nusantara Ahmad Supardi menuturkan, kehadirannya untuk menyampaikan saran dan buah pemikiran BEM Nusantara kepada Pemko Medan agar setiap kebijakan yang diikuti dengan solusi bisa sampai dan tepat sasaran kepada masyarakat.












