“Kami bukan menolak kehadiran Bus TMD. Yang kami protes karena sudah setahun lebih beroperasi tapi sampai kini Bus TMD masih gratis. Kalau tadi Bus TMD sudah dikenakan tarif, nggak ada masalah bagi kami. Tentunya kami siap untuk bersaing, tapi kalau gratis terus bagaimana kami bisa bersaing,” ungkap salah seorang supir dalam aksi tersebut.
Aksi para sopir sempat memanas, sebab mereka menyetop angkot yang melintas. Begitu angkot berhenti, penumpangnya dipaksa turun. Setelah itu sang sopir diminta memarkirkan angkotnya dan ikut bersama mereka melakukan aksi. Namun suasana memanas ini hanya sesaat, sebab para supir langsung menghentikannya setelah Bobby Nasution datang menemui.
Didampingi Kadishub Kota Medan Iswar Lubis, Bobby Nasution menjelaskan, Bus TMD diberikan Kemenhub kepada Pemko Medan untuk melayani masyarakat. Oleh karenanya, bilang Bobby, apa yang menjadi keluhan para supir akan disampaikan kepada Kemenhub. Diakui Bobby, sebelumnya Dishub Kota Medan telah menyampaikan surat kepada Kemenhub terkait keluhan para supir.
“Setelah ini saya akan surati langsung Kemenhub. Mudah-mudahan setelah kita surati akan ada tindak lanjut dari Kemenhub sehingga dilakukan rapat penetapan tarif. Sebenarnya, tarif untuk Bus TMD seharusnya sudah berlaku mulai awal tahun ini. Jika perlu dalam Minggu ini atau Minggu depan, Dishub atau saya langsung ke sana (Kemenhub) dan perwakilan dari sopir juga ikut sehingga kita bisa sama-sama mendengarkan,” kata Bobby Nasution.












