Meski demikian, ia mengingatkan bahwa rezeki tidak selalu berbentuk uang atau materi.
Menurutnya, Allah SWT juga dapat memberikan rezeki berupa ilmu, pengalaman, relasi, kemampuan, hingga kesempatan yang akan bermanfaat pada masa mendatang.
Ikhtiar Tetap Wajib, Tetapi Allah yang Menentukan Rezeki
Dalam ceramah tersebut, Ustadz Adi Hidayat memberikan contoh seorang pedagang yang berkeliling menawarkan dagangannya.
Ia menjelaskan bahwa terkadang seseorang telah berusaha keras, namun belum memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ada pula orang yang justru memperoleh rezeki tanpa harus bersusah payah.
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa manusia diwajibkan berikhtiar, sedangkan yang menentukan datangnya rezeki tetap Allah SWT.
“Yang memberikan rezeki siapa? Allah. Allah.”
Ia kembali menegaskan:
“Jadi bukan karena hebatnya Anda ikhtiar rezeki datang, bukan karena Allah.”
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa perjalanan seseorang dalam mencari nafkah bisa menjadi bagian dari akumulasi rezeki yang belum terlihat saat itu.
Pengalaman mengenal lingkungan, memahami karakter masyarakat, hingga mengetahui peluang usaha merupakan bentuk rezeki yang juga diberikan Allah SWT.
Rezeki Bisa Datang dalam Bentuk yang Tidak Disangka
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa seseorang yang berusaha tanpa memperoleh hasil secara langsung tidak berarti gagal.












