Tak hanya itu, sekitar sebulan setelah warung dibuka, Suparti juga mengaku melihat sosok besar berbulu, diyakini genderuwo. Sosok tersebut muncul di jurang belakang warung. Beberapa pelanggan pun sempat mengalami kerasukan. “Ada yang tiba-tiba tak sadar, seperti kesurupan. Suami saya (Ki Ahmad Suhaidi) yang bantu atasi, karena dia paham spiritual,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pengunjung datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah hingga Aceh. Bahkan hingga pukul dua dini hari, kafe tersebut masih ramai dikunjungi. Salah satu pengalaman mistis yang ia ceritakan adalah saat mendengar suara perempuan memesan kopi pada Minggu sore sekitar pukul setengah enam, padahal saat itu tak ada satu orang pun di sekitar.
“Mungkin itu suara dari dunia lain. Tapi saya bilang ke diri saya, saya di sini cari rezeki halal, jangan diganggu. Saya anggap mereka saudara,” tutur Suparti.
Meski dibayangi cerita mistis, Cafe Alam Kubur tetap eksis dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Keberadaannya tidak hanya membuka peluang ekonomi bagi pemilik dan pengelola, tapi juga membantu mengubah stigma kawasan tersebut dari tempat rawan dan menyeramkan menjadi pusat kegiatan warga yang aman.












