Sementara itu, Kepala Bappeda Langkat Rina W Marpaung menambahkan ada tiga desa wisata yang ingin dikembangkan untuk pengembangan Tangkahan. Di antaranya Desa Sei Musam yang memiliki potensi wisata alam diantaranya pohon keramat/besar, water cannon, air panas glugur, air terjun 27 tingkat, madu, goa kelelawar dan lainnya.
Selanjutnya Desa Namo Sialang yang memiliki 10 hektare lahan kebun durian, kerajinan rotan, penangkaran gajah, pohon sakral, pemandian air panas dan air terjun, kerajinan kriya dan rumbia, tanaman/kebun herbal, English Club dan lainnya. Terakhir Desa Sei Serdang dengan potensi wisata budaya Jaran Kepang, kebun tebu, kerajinan tepas dan lidi, Kuliner Khas Karo, kebun nanas dan lainnya.
“Konsep yang diterapkan di Tangkahan adalah ekowisata yang mengutamakan aspek konservasi alam, pembelajaran, partisipatif serta mendukung pemberdayaan sosial, budaya dan penggerak ekonomi masyarakat lokal. Skema Balkondes juga akan dilakukan dengan didampingi BUMN dan BUMS sekitar,” katanya.
Sekda Langkat Indra Salahuddin menambahkan pihaknya tengah memproses pembebasan lahan 2,5 hektar yang nantinya akan dijadikan area sarana dan prasarana untuk mendukung Pariwisata Tangkahan.












