Selain potensi wilayah, menantu Presiden Joko Widodo ini juga minta kepada camat dan lurah untuk memperhatikan serta mengetahui aset yang dimiliki berkolaborasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan.
“Berikan masukan maupun usulan potensi apa yang bisa dikembangkan atas aset yang dimiliki tersebut agar dapat mendukung perkembangan ekonomi di wilayahnya,” ujarnya.
Selanjutnya, suami Ketua TP PKK Kota Medan ini berpesan agar pejabat yang baru dilantik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Yang lebih penting lagi, tegasnya, tidak ada lagi pungutan liar (pungli), korupsi dan melakukan pemotongan uang para bawahan. Sebab, kondisi ekonomi para bawahan tentunya di bawah pejabat.
“Seharusnya mereka (bawahan) kita beri uang, bukan uang mereka yang dipotong. Sebab, di beberapa tempat atau wilayah masih terjadi seperti ini. Jika ini masih terjadi lagi, langsung dicopot. Sebab, sudah dua tahun ini selalu saya ingatkan. Tidak hanya dicopot, tapi kita laporkan juga karena ada tindak pidana karena menyangkut uang,” tegasnya.
Sebagai penutup, Bobby Nasution kembali berpesan kepada seluruh lurah untuk memaksimalkan penggunaan dana kelurahan. Diungkapkannya, penggunaan dana kelurahan selama ini belum optimal.












