Diakui Wong, saat pertama dirinya menemui kelima balita yang diketahui menderita Stunting, perasaan sangat sedih karena di usia 2 tahun kondisi hanya bisa tertidur dan belum bisa berjalan normal layaknya anak anak seusianya.
βDan setelah mengkonsumsi susu dan vitamin yang saya berikan maka saat ini kelima anak balita penderita Stunting sudah ada kemajuan, meski masih ada 1 balita lagi yang masih perlu diperhatikan kesehatannya,βsebut Wong.
Dikatakan lagi, seorang balita Stunting bernama Jehan Arisa Pakpahan (3,5) yang tinggal di Jalan Mustapa Gang 7 Kelurahan PBD I, Kecamatan Medan Timur, sebelumnya masih memakai selang dan saat ini menurut pengakuan dari kedua orangtuanya tidak memakai selang (selang sudah dilepas).
Saat ini, anak kedua dari Pasangan Suami Istri Sandi Zurahmat Pakpahan dan Siska Melfi Putri, yang diketuai sebelumnya juga mengalami sakit lumpuh otak atau cerebral palsy. Sudah kelihatan sehat dan selang yang terpasang di hidungnya telah dilepas karena sudah tidak dibutuhkan lagi.
Ditambahkan Wong Chun Sen lagi, dari semua balita penderita Stunting yang diberikan asupan susu dan vitamin, anak balita bernama Tukmaida br Dalimunthe yang paling terlihat pertumbuhan pesat dan daya tangkap otak sudah normal dan seperti pengakuan kedua orangtuanya sudah bermain dengan anak anak seusianya dan diakui sebagai anak yang pintar. Padahal sebelumnya, Tukmaida lanjut Wong adalah anak yang berusia 3 tahun namun tidak mampu berdiri dan berjalan.












