Dalam pelaksanaannya, para santri tetap mendapatkan pendampingan dari ustadz dan ustadzah. Mereka tidak hanya mengatur teknis perjalanan seperti penyewaan transportasi, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai sejarah serta kisah para ulama yang diziarahi.
Khobir menuturkan, bimbingan tersebut penting agar para santri memahami makna ziarah secara utuh. “Para santri diberikan panduan mulai dari perjalanan hingga kisah-kisah para ulama saleh di setiap lokasi, sehingga tujuan utama ziarah untuk mendapatkan keberkahan dapat tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter santri. Menurutnya, ziarah menjadi sarana untuk menanamkan nilai spiritual, kesadaran diri, serta akhlak mulia.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi wisata religi semata, tetapi juga membentuk spiritualitas, kesadaran, dan akhlak para santri. Ilmu yang dipelajari di pesantren merupakan hasil ijtihad dan ijma para ulama, sehingga ziarah ini menjadi bagian dari tawassul untuk mengharap ridha Allah dan keberkahan para ulama,” ungkapnya.












