“Informasi yang saya peroleh, issu ini juga membuat elit Gerindra terpecah. Sebahagian pengurus teras Gerindra menolak paket Prabowo-Gibran karena lebih sreg dengan Cak Imin. Cak Imin di anggap lebih punya pengalaman serta punya basis riel di kalangan Nahdiyyin, khususnya di Jawa Timur. Selain itu, PKB juga dianggap teman yang setia dan konsisten dalam berkoalisi,” jelas Ikhyar
Ikhyar menambahkan, di sebahagian pengurus DPP Gerindra lainnya, khususnya kalangan muda menilai opsi Prabowo-Gibran cukup rasional. Alasannya pendukung Jokowi akan memilih capres tergantung kemana arah dukungan RI 1 tersebut.
Selain itu, Gibran dianggap sebagai refresentatif calon pemimpin generasi milineal dan bisa menjadi magnet pemilih pemula untuk menambah suara paket Prabowo-Gibran dalam pilpres nantinya, tutur Ikhyar menguraikan polarisasi politik yang terjadi di internal Partai Gerindra.
Ikhyar memprediksi Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) akan bubar jika paket tersebut dipaksakan.
“Kita tunggu saja kelanjutannya. Tapi menurut saya jika paket Prabowo-Gibran yang di endorse Jokowi ini dipaksakan, saya memprediksi Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya akan bubar, dan di pastikan PKB akan mencari opsi koalisi lain,” ucapnya.












