“Kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga, namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranata kebaikan dan Konstitusi. Pada awalnya kami hanya berdoa agar hal tersebut tidak terjadi, namun ternyata itu benar-benar terjadi,” ujar Hasto.
Menurut Ikhyar tujuan dari strategi playing victim ini agar publik mengasihani dan menghujat Jokowi yang dianggap telah berkhianat.
“Tujuan dari strategi playing victim ini, Elit PDIP ingin agar publik mengasihani dan mencari keuntungan dengan menjadi korban,” jelas Ikhyar.
Ikhyar mengatakan strategi playing victim merupakan perilaku manipulatif untuk mempengaruhi dan mengendalikan publik agar bersimpati dengan PDIP dan menghujat Jokowi.
“Playing victim merupakan perilaku manipulatif yang mencoba mempengaruhi dan mengendalikan publik agar memperoleh apa yang diinginkannya, harusnya elit PDIP introspeksi diri kenapa Jokowi berpindah haluan mendukung Prabowo, pertama dari aspek programatik sudah berbeda, kedua sosok yang layak dan mampu melanjutkan program Jokowi tidak ada pada sosok Ganjar-Mahfud dan yang ketiga Jokowi sering di rendahkan oleh elit PDIP di depan publik yang membuat Marwah Presiden sebagai simbol negara sering terlecehkan,” tegas Ikhyar.












