“Penilaian karakter ini masuk kedalam pembelajaran, artinya setiap guru mata pelajaran selalu memberikan nilai tambahan bagi siswa yang memiliki karakter yang baik seperti menjadi nasabah dan menabung sampah di bank sampah sekolah ini, jadi para siswa tidak hanya mendapatkan nilai secara ekonomi saja namun juga mendapatkan nilai tambahan dari para gurunya,” kata Rohanim.
Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Zulfansyah Ali Sahputra dalam laporan menjelaskan launching Gerakan Menabung Sampah Di Bank Sampah Sekolah ini merupakan rangkaian dari Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 februari, diharapkan semangat kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan ditularkan ke sekolah lainya agar bermanfaat.
“Kegiatan ini merupakan launching ayo menabung sampah di bank sampah sekolah, ini merupakan semangat untuk mengedukasi anak didik tentang budaya bersih dari sejak usia dini.”kata Zulfansyah Ali Saputra.
Launching gerakan menabung sampah di bank sampah sekolah ini juga turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan,S.I Dongoran, Kakanwil BNI, Martinus Matondang, dan Camat Medan Marelan, M. Yunus.












